STALKER CASTLE
-[0]-
Castle Stalker memiliki sejarah yang panjang dan penuh gejolak. Awalnya dibangun sebagai benteng oleh keluarga MacDougall pada awal abad ke-14, pada tahun 1388 keluarga Stewart menjadi Penguasa Lorn dan diberikan tanah yang mencakup kastil tersebut. Selama 200 tahun berikutnya, kastil ini tetap menjadi benteng Stewart hingga akhirnya jatuh ke tangan keluarga Campbell dalam sebuah taruhan mabuk.
Keluarga Stewart dari Appin merebut kembali kastil tersebut pada tahun 1689 ketika mereka keluar bersama Raja James VII, tetapi setelah kekalahan dalam Pertempuran Dunkeld, kastil tersebut kembali diserahkan kepada keluarga Campbell. Keluarga Stewart di bawah Ardsheal menolak untuk menyerahkannya ketika kastil tersebut dikepung oleh keluarga Campbell selama beberapa bulan hingga Ardsheal diberikan penyerahan diri yang terhormat pada tahun 1690.
Pada masa Pemberontakan Jacobite tahun 1745, Kastil Stalker dikuasai oleh keluarga Campbell dengan garnisun sekitar 59 pasukan Pemerintah. Meskipun keluarga Stewart dari Appin mendukung Pangeran Charles dan membentuk resimen berkekuatan 300 orang, kastil tersebut terlalu kuat untuk mereka rebut. Campbell terakhir yang lahir di Kastil Stalker adalah pada tahun 1775, dan keluarga Campbell terus tinggal di sana hingga sekitar tahun 1800 ketika mereka membangun rumah baru di daratan utama.
Sekitar tahun 1840, atapnya runtuh atau mungkin dibongkar untuk menghindari pajak atap, sehingga kastil tersebut terbengkalai. Pada tahun 1908, kastil tersebut diambil kembali dari keluarga Campbell oleh Charles Stewart dari Achara yang membelinya dan melakukan beberapa pekerjaan pelestarian dasar untuk mencegah kerusakannya. Pada tahun 1947, penerusnya, Duncan Stewart, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Sarawak, dibunuh dan kastil tersebut diwariskan kepada jandanya.
Pada tahun 1965, Letkol D. R. Stewart Allward merundingkan persyaratan pembelian kastil dan menghabiskan sepuluh tahun berikutnya untuk membangun kembali dan merestorasinya seperti sekarang.








