PENDAKIAN GUNUNG MERBABU
-[0]-
Jalur Pendakian Utama Gunung Merbabu memiliki beberapa jalur pendakian resmi yang dikelola oleh Balai TNGMb. Berikut adalah jalur-jalur populer:
Jalur Selo (Boyolali)
Karakteristik: Jalur paling populer, menawarkan pemandangan sabana luas dan puncak Kenteng Songo. Cocok untuk pemula hingga menengah.
Jarak dan Durasi: Sekitar 7–8 km ke puncak, dengan waktu tempuh 8–10 jam sekali jalan (tergantung kecepatan).
Rute:
Basecamp Selo → Pos 1 (Pintoe Rimba) → Pos 2 (Lembah Watu) → Pos 3 (Sabana 1) → Sabana 2 → Puncak Kenteng Songo (3.142 mdpl) atau Puncak Syarif.
Pemandangan: Sabana luas, puncak trianggulasi, dan panorama Gunung Merapi, Sindoro, Sumbing, serta Telomoyo.
Keunggulan: Jalur ini memiliki trek yang jelas, banyak pos peristirahatan, dan pemandangan matahari terbit yang spektakuler dari Sabana 2 atau puncak.
Tantangan: Beberapa bagian curam, terutama menuju Sabana 2. Cuaca bisa berubah cepat di ketinggian.
Jalur Kopeng-Thekelan (Salatiga)
Karakteristik: Jalur lebih menantang dengan vegetasi hutan lebat dan trek yang lebih teknis. Cocok untuk pendaki berpengalaman.
Jarak dan Durasi: Sekitar 9–10 km, dengan waktu tempuh 9–12 jam ke puncak.
Rute:
Basecamp Thekelan → Pos 1 (Cemaran) → Pos 2 (Watu Tulis) → Pos 3 (Bukit Angin) → Puncak Kenteng Songo atau Puncak Syarif.
Pemandangan: Hutan pinus, vegetasi pegunungan, dan puncak dengan panorama 360 derajat.
Keunggulan: Jalur ini lebih sepi dibandingkan Selo, memberikan pengalaman pendakian yang lebih alami.
Tantangan: Trek lebih terjal dan licin saat musim hujan. Jalur ini juga lebih panjang dan membutuhkan stamina lebih.
Jalur Suwanting (Magelang)
Karakteristik: Jalur alternatif yang mulai populer, dengan pemandangan lereng hijau dan air terjun kecil di awal perjalanan.
Jarak dan Durasi: Sekitar 8–9 km, waktu tempuh 8–11 jam.
Rute:
Basecamp Suwanting → Pos 1 → Pos 2 (Watu Gubug) → Sabana → Puncak.
Keunggulan: Pemandangan unik dengan banyak vegetasi dan udara sejuk. Jalur ini lebih jarang dilalui, cocok untuk pendaki yang mencari ketenangan.
Tantangan: Infrastruktur jalur kurang lengkap dibandingkan Selo, dan beberapa bagian trek cukup curam.
Jalur Lain (Kurang Direkomendasikan untuk Pemula)
Jalur Wekas (Magelang): Jalur yang lebih sulit dan jarang digunakan, dengan medan yang sangat curam.
Jalur Cunthel (Salatiga): Jalur teknis dengan vegetasi lebat, cocok untuk pendaki berpengalaman yang mencari tantangan.
Persiapan Pendakian
Untuk pendakian yang aman dan nyaman, persiapkan hal berikut:
Fisik dan Mental: Latih stamina dengan olahraga ringan seperti jogging atau hiking minimal 2–4 minggu sebelumnya. Mental harus siap menghadapi cuaca ekstrem dan medan yang menantang.
Izin Pendakian:
Daftar online melalui website resmi TNGMb ([tngunungmerbabu.org](https://tngunungmerbabu.org/)) atau langsung di basecamp.
Biaya: Sekitar Rp20.000–Rp50.000/orang (tergantung musim dan jalur, termasuk retribusi dan asuransi).*cek update
Kuota pendaki dibatasi (misalnya, 300–500 orang/hari di jalur Selo saat musim ramai), jadi daftar jauh-jauh hari.
Peralatan:
Pakaian: Jaket tahan air, pakaian hangat (suhu di puncak bisa mencapai 5–10°C), sepatu trekking dengan grip baik, topi, dan sarung tangan.
Peralatan Camping: Tenda tahan angin, sleeping bag, matras, dan peralatan masak portabel.
Logistik: Air minum (minimal 2–3 liter/orang), makanan kalori tinggi (cokelat, energy bar, nasi), dan obat-obatan pribadi.
Lainnya: Headlamp, pisau serbaguna, peta/jalur GPS, dan alat navigasi (opsional).
Guide/Porter: Wajib untuk pemula atau kelompok kecil. Biaya guide sekitar Rp150.000–Rp300.000/hari, porter Rp200.000–Rp400.000 (tergantung kesepakatan).
Waktu Terbaik: Musim kemarau (April–Oktober) untuk jalur kering dan pemandangan cerah. Hindari musim hujan (November–Maret) karena jalur licin dan risiko kabut tebal.
Aturan Pendakian
Leave No Trace: Jangan buang sampah sembarangan, bawa kembali semua sampah ke basecamp.
Larangan:
- Merusak flora/fauna (misalnya, memetik edelweiss atau berburu).
- Membuat api unggun di luar area yang diizinkan (risiko kebakaran hutan tinggi).
- Keluar dari jalur resmi untuk mencegah tersesat atau merusak ekosistem.
Keselamatan:
- Laporkan rencana pendakian ke petugas basecamp.
- Selalu bersama kelompok atau guide, terutama di malam hari.
- Patuhi peringatan cuaca dari Balai TNGMb (jalur bisa ditutup saat cuaca ekstrem).
Kuota dan Jadwal: Pendakian dibatasi untuk menjaga kelestarian. Cek jadwal penutupan jalur (biasanya Januari–Februari untuk rehabilitasi vegetasi).
Fasilitas Pendakian
Basecamp:
Selo: Lengkap dengan parkir, toilet, warung, dan penyewaan peralatan. Homestay tersedia di desa sekitar (Rp50.000–Rp150.000/malam - cek update).
Thekelan/Kopeng: Fasilitas lebih sederhana, tetapi ada warung dan tempat istirahat.
Suwanting: Fasilitas dasar, termasuk pos registrasi dan beberapa warung kecil.
Pos Peristirahatan: Setiap jalur memiliki 3–5 pos dengan area datar untuk istirahat atau mendirikan tenda. Sabana 1 dan 2 (Selo) adalah spot camping favorit.
Sumber Air: Tersedia di beberapa pos (misalnya, Umbul Songo di jalur Selo), tetapi bawa air cadangan karena sumber air terbatas di ketinggian.
Jaringan: Sinyal telepon tersedia di beberapa titik (terutama jalur Selo), tetapi lemah di ketinggian. Bawa power bank.
Puncak dan Pemandangan
Puncak Kenteng Songo (3.142 mdpl): Puncak utama dengan panorama 360 derajat, termasuk Gunung Merapi, Sindoro, Sumbing, dan laut awan saat pagi hari.
Puncak Syarif: Alternatif dengan pemandangan serupa, lebih sepi.
Puncak Trianggulasi: Spot favorit untuk foto dengan latar sabana dan pegunungan.
Sabana 1 dan 2: Area datar dengan padang rumput luas, ideal untuk camping dan menikmati matahari terbit/terbenam.
Tips Penting
- Cek Cuaca: Hubungi Balai TNGMb atau cek website resmi untuk update cuaca dan status jalur. Kabut tebal dan angin kencang sering terjadi di puncak.
- Pendakian Kelompok: Minimal 3 orang untuk keselamatan. Jangan mendaki sendirian.
- Waktu Pendakian:
Mulai pagi (05.00–07.00 WIB) untuk menghindari malam di jalur.
Jika camping, rencanakan tiba di Sabana 1/2 sebelum sore.
- Kesehatan: Bawa obat-obatan pribadi dan pastikan tidak ada riwayat penyakit yang membahayakan (misalnya, jantungan atau asma berat).
- Hormati Budaya Lokal: Desa-desa sekitar (Selo, Kopeng) memiliki tradisi Jawa yang kuat. Bersikap sopan dan hormati warga lokal.
- Peralatan Darurat: Bawa peluit, tali, dan alat P3K untuk keadaan darurat.
Risiko dan Keamanan
- Risiko Alam: Kabut tebal, angin kencang, dan suhu dingin di puncak. Hujan deras di musim hujan dapat menyebabkan tanah longsor kecil.
- Kejadian Tersesat: Beberapa kasus pendaki tersesat terjadi karena keluar jalur. Patuhi marka jalur dan ikuti guide.
- Kebakaran Hutan: Pada musim kemarau, risiko kebakaran tinggi. Hindari membuat api sembarangan.
- Satwa Liar: Waspada terhadap monyet ekor panjang atau ular di hutan lebat. Jangan ganggu satwa liar.












