πŸ‘€

HITAM MEMBEKAS

Sports

News

PENDAKIAN GUNUNG MERBABU

-[0]-

Jalur Pendakian Utama Gunung Merbabu memiliki beberapa jalur pendakian resmi yang dikelola oleh Balai TNGMb. Berikut adalah jalur-jalur populer:


Jalur Selo (Boyolali)

Karakteristik: Jalur paling populer, menawarkan pemandangan sabana luas dan puncak Kenteng Songo. Cocok untuk pemula hingga menengah.

Jarak dan Durasi: Sekitar 7–8 km ke puncak, dengan waktu tempuh 8–10 jam sekali jalan (tergantung kecepatan).

Rute:

Basecamp Selo → Pos 1 (Pintoe Rimba) → Pos 2 (Lembah Watu) → Pos 3 (Sabana 1) → Sabana 2 → Puncak Kenteng Songo (3.142 mdpl) atau Puncak Syarif.

Pemandangan: Sabana luas, puncak trianggulasi, dan panorama Gunung Merapi, Sindoro, Sumbing, serta Telomoyo.

Keunggulan: Jalur ini memiliki trek yang jelas, banyak pos peristirahatan, dan pemandangan matahari terbit yang spektakuler dari Sabana 2 atau puncak.

Tantangan: Beberapa bagian curam, terutama menuju Sabana 2. Cuaca bisa berubah cepat di ketinggian.


Jalur Kopeng-Thekelan (Salatiga)

Karakteristik: Jalur lebih menantang dengan vegetasi hutan lebat dan trek yang lebih teknis. Cocok untuk pendaki berpengalaman.

Jarak dan Durasi: Sekitar 9–10 km, dengan waktu tempuh 9–12 jam ke puncak.

Rute:

Basecamp Thekelan → Pos 1 (Cemaran) → Pos 2 (Watu Tulis) → Pos 3 (Bukit Angin) → Puncak Kenteng Songo atau Puncak Syarif.

Pemandangan: Hutan pinus, vegetasi pegunungan, dan puncak dengan panorama 360 derajat.

Keunggulan: Jalur ini lebih sepi dibandingkan Selo, memberikan pengalaman pendakian yang lebih alami.

Tantangan: Trek lebih terjal dan licin saat musim hujan. Jalur ini juga lebih panjang dan membutuhkan stamina lebih.


Jalur Suwanting (Magelang)

Karakteristik: Jalur alternatif yang mulai populer, dengan pemandangan lereng hijau dan air terjun kecil di awal perjalanan.

Jarak dan Durasi: Sekitar 8–9 km, waktu tempuh 8–11 jam.

Rute:

Basecamp Suwanting → Pos 1 → Pos 2 (Watu Gubug) → Sabana → Puncak.

Keunggulan: Pemandangan unik dengan banyak vegetasi dan udara sejuk. Jalur ini lebih jarang dilalui, cocok untuk pendaki yang mencari ketenangan.

Tantangan: Infrastruktur jalur kurang lengkap dibandingkan Selo, dan beberapa bagian trek cukup curam.


Jalur Lain (Kurang Direkomendasikan untuk Pemula)

Jalur Wekas (Magelang): Jalur yang lebih sulit dan jarang digunakan, dengan medan yang sangat curam.

Jalur Cunthel (Salatiga): Jalur teknis dengan vegetasi lebat, cocok untuk pendaki berpengalaman yang mencari tantangan.



Persiapan Pendakian

Untuk pendakian yang aman dan nyaman, persiapkan hal berikut:

Fisik dan Mental: Latih stamina dengan olahraga ringan seperti jogging atau hiking minimal 2–4 minggu sebelumnya. Mental harus siap menghadapi cuaca ekstrem dan medan yang menantang.


Izin Pendakian:

Daftar online melalui website resmi TNGMb ([tngunungmerbabu.org](https://tngunungmerbabu.org/)) atau langsung di basecamp.

Biaya: Sekitar Rp20.000–Rp50.000/orang (tergantung musim dan jalur, termasuk retribusi dan asuransi).*cek update

Kuota pendaki dibatasi (misalnya, 300–500 orang/hari di jalur Selo saat musim ramai), jadi daftar jauh-jauh hari.

Peralatan:

Pakaian: Jaket tahan air, pakaian hangat (suhu di puncak bisa mencapai 5–10°C), sepatu trekking dengan grip baik, topi, dan sarung tangan.

Peralatan Camping: Tenda tahan angin, sleeping bag, matras, dan peralatan masak portabel.

Logistik: Air minum (minimal 2–3 liter/orang), makanan kalori tinggi (cokelat, energy bar, nasi), dan obat-obatan pribadi.

Lainnya: Headlamp, pisau serbaguna, peta/jalur GPS, dan alat navigasi (opsional).

Guide/Porter: Wajib untuk pemula atau kelompok kecil. Biaya guide sekitar Rp150.000–Rp300.000/hari, porter Rp200.000–Rp400.000 (tergantung kesepakatan).

Waktu Terbaik: Musim kemarau (April–Oktober) untuk jalur kering dan pemandangan cerah. Hindari musim hujan (November–Maret) karena jalur licin dan risiko kabut tebal.


Aturan Pendakian

Leave No Trace: Jangan buang sampah sembarangan, bawa kembali semua sampah ke basecamp.

Larangan:

- Merusak flora/fauna (misalnya, memetik edelweiss atau berburu).

- Membuat api unggun di luar area yang diizinkan (risiko kebakaran hutan tinggi).

- Keluar dari jalur resmi untuk mencegah tersesat atau merusak ekosistem.

Keselamatan:

- Laporkan rencana pendakian ke petugas basecamp.

- Selalu bersama kelompok atau guide, terutama di malam hari.

- Patuhi peringatan cuaca dari Balai TNGMb (jalur bisa ditutup saat cuaca ekstrem).

  

Kuota dan Jadwal: Pendakian dibatasi untuk menjaga kelestarian. Cek jadwal penutupan jalur (biasanya Januari–Februari untuk rehabilitasi vegetasi).

Fasilitas Pendakian

Basecamp:

Selo: Lengkap dengan parkir, toilet, warung, dan penyewaan peralatan. Homestay tersedia di desa sekitar (Rp50.000–Rp150.000/malam - cek update).

Thekelan/Kopeng: Fasilitas lebih sederhana, tetapi ada warung dan tempat istirahat.

Suwanting: Fasilitas dasar, termasuk pos registrasi dan beberapa warung kecil.

Pos Peristirahatan: Setiap jalur memiliki 3–5 pos dengan area datar untuk istirahat atau mendirikan tenda. Sabana 1 dan 2 (Selo) adalah spot camping favorit.

Sumber Air: Tersedia di beberapa pos (misalnya, Umbul Songo di jalur Selo), tetapi bawa air cadangan karena sumber air terbatas di ketinggian.

Jaringan: Sinyal telepon tersedia di beberapa titik (terutama jalur Selo), tetapi lemah di ketinggian. Bawa power bank.


Puncak dan Pemandangan

Puncak Kenteng Songo (3.142 mdpl): Puncak utama dengan panorama 360 derajat, termasuk Gunung Merapi, Sindoro, Sumbing, dan laut awan saat pagi hari.

Puncak Syarif: Alternatif dengan pemandangan serupa, lebih sepi.

Puncak Trianggulasi: Spot favorit untuk foto dengan latar sabana dan pegunungan.

Sabana 1 dan 2: Area datar dengan padang rumput luas, ideal untuk camping dan menikmati matahari terbit/terbenam.


Tips Penting

- Cek Cuaca: Hubungi Balai TNGMb atau cek website resmi untuk update cuaca dan status jalur. Kabut tebal dan angin kencang sering terjadi di puncak.

- Pendakian Kelompok: Minimal 3 orang untuk keselamatan. Jangan mendaki sendirian.

- Waktu Pendakian:

Mulai pagi (05.00–07.00 WIB) untuk menghindari malam di jalur.

Jika camping, rencanakan tiba di Sabana 1/2 sebelum sore.

- Kesehatan: Bawa obat-obatan pribadi dan pastikan tidak ada riwayat penyakit yang membahayakan (misalnya, jantungan atau asma berat).

- Hormati Budaya Lokal: Desa-desa sekitar (Selo, Kopeng) memiliki tradisi Jawa yang kuat. Bersikap sopan dan hormati warga lokal.

- Peralatan Darurat: Bawa peluit, tali, dan alat P3K untuk keadaan darurat.


Risiko dan Keamanan

- Risiko Alam: Kabut tebal, angin kencang, dan suhu dingin di puncak. Hujan deras di musim hujan dapat menyebabkan tanah longsor kecil.

- Kejadian Tersesat: Beberapa kasus pendaki tersesat terjadi karena keluar jalur. Patuhi marka jalur dan ikuti guide.

- Kebakaran Hutan: Pada musim kemarau, risiko kebakaran tinggi. Hindari membuat api sembarangan.

- Satwa Liar: Waspada terhadap monyet ekor panjang atau ular di hutan lebat. Jangan ganggu satwa liar.



Kontak dan Informasi Tambahan
Website: [tngunungmerbabu.org](https://tngunungmerbabu.org/) untuk pendaftaran online dan info jalur.
Pemandu Lokal: Tersedia di basecamp atau hubungi komunitas pendaki lokal seperti Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Boyolali.

Catatan Tambahan
Musim Ramai: Libur Lebaran, akhir tahun, dan HUT RI (Agustus) sering ramai. Pesan slot pendakian jauh-jauh hari.
Kegiatan Khusus: Pada 2025, TNGMb mengadakan peringatan HUT RI ke-80 dengan upacara bendera di Sabana 2 (17 Agustus 2025). Pendaki bisa bergabung dengan mendaftar lebih awal.
Konservasi: Pendaki diharapkan ikut menjaga kelestarian dengan tidak merusak vegetasi (seperti edelweiss) dan melaporkan aktivitas ilegal ke petugas.


Pendakian Gunung Merbabu menawarkan pengalaman tak terlupakan dengan pemandangan alam yang menakjubkan dan tantangan yang memacu adrenalin. Dengan persiapan matang dan kepatuhan terhadap aturan, pendakian akan aman dan menyenangkan. 


Source:
Info AI