πŸ‘€

HITAM MEMBEKAS

Sports

News

TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA

-[0]-

Taman Nasional Karimunjawa merupakan salah satu kawasan konservasi alam terpenting di Indonesia, terletak di utara Pulau Jawa, tepatnya di Laut Jawa bagian barat laut Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Kawasan ini sering disebut sebagai "Caribbean van Java" oleh bangsa Belanda karena keindahan alamnya yang menyerupai Karibia, dengan gugusan pulau hijau, pantai pasir putih, dan perairan jernih. Secara geografis, koordinatnya berada di 5°40’39”–5°55’00” LS dan 110°05’57”–110°31’15” BT, dengan jarak sekitar 80 km dari Jepara dan 120 km dari Semarang.

Awalnya ditetapkan sebagai Cagar Alam Laut pada 9 April 1986 melalui SK Menteri Kehutanan No. 123/Kpts-II/1986.

Pada 29 Februari 1988, statusnya berubah menjadi Kawasan Pelestarian Alam berdasarkan SK No. 161/Menhut-II/1988.

Resmi menjadi Taman Nasional pada 22 Februari 1999 melalui SK Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 78/Kpts-II/1999.

Pada 2001, sebagian perairannya ditetapkan sebagai Kawasan Pelestarian Alam Perairan (KPA) melalui SK No. 74/Kpts-II/2001.

Saat ini, kawasan ini dibagi menjadi 8 zona pengelolaan berdasarkan SK Dirjen KSDAE No. SK.48/KSDAE/RKK/KSA.0/2/2024, meliputi zona inti, perlindungan, dan pemanfaatan.


Total luas mencapai 111.625 hektar, dengan rincian:

Daratan Pulau Karimunjawa: 1.285,50 ha (ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah).

Daratan Pulau Kemujan: 222,20 ha (ekosistem hutan bakau/mangrove).

Perairan: 110.117,30 ha (termasuk terumbu karang dan dasar laut).

Kepulauan ini terdiri dari 27 pulau (5 berpenghuni: Karimunjawa, Kemujan, Parang, Nyamuk, Genting; 22 tidak berpenghuni) dan 8 lokasi pasir timbul (gosong). Penduduknya mayoritas nelayan dari suku Jawa, Bugis, dan Madura. Kawasan ini juga diakui UNESCO sebagai Cagar Biosfer Dunia karena keanekaragaman hayati tingginya.



Akses dan Fasilitas:

- Akses utama dari Jepara via kapal cepat (KMP Muria atau Kapal Express Bahari, durasi 2-4 jam, biaya sekitar Rp50.000–Rp150.000 per orang tergantung kelas).

- Ada penerbangan kecil dari Semarang atau Jepara, tapi terbatas.

- Fasilitas: Penginapan (cottage, homestay), restoran, pusat informasi wisata, dan program konservasi seperti penetasan penyu di Legon Janten. Tiket masuk wisata sekitar Rp10.000–Rp20.000 per orang, plus biaya snorkeling/diving (cek update harga).

Taman Nasional Karimunjawa kaya akan ekosistem darat dan perairan, dengan fokus konservasi flora dan fauna langka. Keanekaragaman hayatinya mencakup hutan tropis, mangrove, terumbu karang, dan habitat satwa endemik. Berikut rinciannya:


Kawasan ini memiliki vegetasi khas pulau kecil, rentan terhadap perubahan lingkungan. Beberapa spesies dilindungi:

- Pohon dewandaru (Eugenia polyantha): Kayu beraroma harum, sering dibuat kerajinan.

- Pohon kalimasada (Pterospermum javanicum): Kayu kuat untuk konstruksi.

- Pohon stigi (Phemphis acidula): Tumbuh di pantai, kayu unik dengan corak indah.

- Mangrove dan hutan hujan tropis: Termasuk akar bahar dan rumput laut.

- Total: Lebih dari 250 spesies tanaman, dengan ekosistem mangrove seluas 222 ha.


Keanekaragaman hayati tinggi, terutama di perairan. Program konservasi aktif sejak 2003, termasuk penetasan telur penyu (708 sarang, 90.754 telur hingga 2018).

Darat: Rusa (Cervus timorensis), landak, trenggiling, ular, bangau tonggong (Grus antigone sharpii), elang laut dada putih (Haliaeetus leucogaster), burung bangau abu-abu habitat utama di Hutan tropis & mangrove 

Perairan: Penyu hijau (Chelonia mydas), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), kerang merah, spons, ikan hias (lebih dari 400 spesies, 200 jenis hias) habitat utama di Terumbu karang & dasar laut

Terumbu Karang: 63 genera dari 15 keluarga karang keras bekapur, karang lunak terdapat di Kedalaman 0,5–20 m Kawasan pelestarian, 22 gugusan pulau 


Kekayaan ini menjadikan Karimunjawa ideal untuk ekowisata seperti snorkeling, diving, trekking mangrove, dan observasi satwa. Upaya perlindungan meliputi patroli rutin, sosialisasi, dan kemitraan dengan masyarakat lokal. Kawasan ini rentan terhadap pencemaran dan perubahan iklim, sehingga pengunjung diimbau menjaga kelestarian. Untuk info terbaru, kunjungi situs resmi Balai Taman Nasional Karimunjawa (tnkarimunjawa.id).






Source:
Info AI