TAMAN NASIONAL BALI BARAT (TNBB)
-[0]-
Taman Nasional Bali Barat (TNBB) adalah satu-satunya taman nasional di Provinsi Bali, yang berfungsi sebagai kawasan konservasi utama untuk melindungi keanekaragaman hayati terestrial dan laut. Kawasan ini mencakup ekosistem hutan hujan tropis, mangrove, savana, pantai, dan terumbu karang, menjadikannya habitat penting bagi spesies endemik seperti Jalak Bali yang terancam punah. TNBB juga kaya akan nilai budaya Hindu Bali, dengan situs-situs religi yang terintegrasi dalam alamnya. Luasnya sekitar 19.002,89 hektare (15.587,89 ha daratan dan 3.415 ha perairan), menempati sekitar 10% luas daratan Bali.
TNBB terletak di ujung barat Pulau Bali, meliputi Kabupaten Buleleng dan Jembrana, Provinsi Bali, dengan koordinat 8°05'–8°17' LS dan 114°26'–114°35' BT. Topografinya bervariasi dari dataran rendah hingga pegunungan setinggi 1.414 mdpl (Gunung Patas sebagai puncak tertinggi).
Cara Akses
- Dari Bandara Ngurah Rai (Denpasar): Naik mobil/bus ke Gilimanuk (3–4 jam), lalu lanjut ke pos masuk Labuhan Lalang atau Banyuwedang (30–45 menit).
- Dari Pelabuhan Gilimanuk (ferry dari Jawa): Langsung ke pos masuk utama.
- Transportasi: Mobil sewaan atau ojek; parkir tersedia. Disarankan datang pagi untuk menghindari panas.
TNBB awalnya ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa pada 1941 oleh pemerintah kolonial Belanda untuk melindungi Jalak Bali. Pada 1982, statusnya ditingkatkan menjadi Cagar Alam dan Suaka Margasatwa, kemudian resmi menjadi taman nasional pada 1995 berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 493/Kpts-II/1995. Kawasan ini berkembang dari upaya konservasi lokal menjadi situs ekowisata internasional, dengan peningkatan kunjungan dari 5.592 orang (2005) menjadi 58.680 orang (2017).
Flora dan Fauna
TNBB memiliki 140 spesies flora dari 69 famili, termasuk pohon endemik seperti ketapang dan mangrove. Fauna mencakup sekitar 205 spesies burung (dari 16 famili), 28 mamalia, 30 reptil, dan 6 amfibi.
Fauna Utama
- Burung | Jalak Bali (Leucopsar rothschildi), elang bondol. Statusnya Terancam punah (Critically Endangered untuk Jalak Bali)
- Mamalia | Rusa Bali, banteng Jawa, lutung Jawa, monyet ekor panjang yang Dilindungi
- Reptil | Penyu hijau, ular sanca yang statusnya Dilindungi
- Laut | Ikan hias, terumbu karang (70 jenis)
- Pulau Menjangan: Snorkeling/diving di terumbu karang terbaik Asia Tenggara; habitat penyu dan ikan tropis.
- Teluk Terima: Pantai berpasir hitam, trekking ke Candi Taman Sari dan Makam Jayaprana-Layonsari; wisata religi.
- Pura-Pura (Pura Pulaki, Pura Gili Kencana) Situs Hindu dengan pemandangan laut; ritual budaya.
- Sumber Air Panas Banyuwedang: Mandi terapeutik di mangrove; observasi burung.
- Birdwatching di Savana: Pengamatan Jalak Bali dari menara; trekking ringan.











