πŸ‘€

HITAM MEMBEKAS

Sports

News

TAMAN NASIONAL MERU BETIRI

-[0]-

Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) adalah salah satu kawasan konservasi alam terpenting di Indonesia, terletak di Provinsi Jawa Timur. Taman ini mencakup luas sekitar 580 km², termasuk area laut seluas 8,45 km², dan dikenal sebagai hutan hujan dataran rendah terakhir di Pulau Jawa. TNMB menawarkan keanekaragaman hayati yang luar biasa, pantai indah, serta upaya pelestarian spesies langka seperti penyu dan flora endemik. Taman ini dikelola oleh Balai Taman Nasional Meru Betiri di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

TNMB berada di wilayah administratif Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi, dengan koordinat geografis 8°21’ - 8°34’ LS dan 113°37’ - 113°58’ BT. Topografinya beragam, mulai dari pantai datar hingga pegunungan setinggi hampir 1.200 meter, dengan puncak tertinggi Gunung Betiri (1.192 m). Beberapa sungai utama melintasi kawasan, seperti Sungai Sukamade, Permisan, Meru, dan Sekar Pisang.


Cara Akses:

  • Dari Banyuwangi (barat): Rute Banyuwangi - Jajag - Pesanggaran - Sungai Lembu - Kandangan - Sarongan - Pantai Rajegwesi (pintu masuk utama) - Sumbersuko - Sukamade. Perjalanan memakan waktu 3-4 jam dengan jalan berbatu dan perkebunan.
  • Dari Jember (timur): Lewat perkebunan gula dan hutan lindung, sekitar 4-5 jam.
  • Transportasi: Disarankan menggunakan jeep 4WD karena jalan rusak. Bisa bergabung tur kelompok atau menyewa guide lokal. Tiket masuk sekitar Rp 5.000 - Rp 7.000 per orang, terbuka 24 jam.

Kawasan ini pertama kali ditetapkan sebagai hutan lindung oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1931-1938. Pada 1972, menjadi suaka margasatwa seluas 50.000 ha untuk melindungi habitat harimau Jawa yang terancam punah. Diperluas menjadi 580 km² pada 1982, dan resmi menjadi taman nasional pada 1997 oleh Kementerian Kehutanan. TNMB juga merupakan habitat terakhir harimau Jawa, yang dianggap punah sejak 1976, meski jejak kaki ditemukan pada 1997 dan pemantauan kamera trap dilakukan pada 2011.

TNMB memiliki lima jenis ekosistem: hutan pantai, hutan payau, hutan hujan tropis, hutan rawan, dan reofit. Iklimnya dipengaruhi monsun, dengan musim hujan November-Maret (curah hujan tahunan 2.300-4.000 mm) dan musim kering April-Oktober.


Terdapat flora dan fauna langka yang dilindungi diantaranya

Flora Utama:

Rafflesia zollingeriana (bunga parasit endemik, ditemukan ulang di Blok Krecek).

Fauna Utama:

  • Mamalia (29 spesies) | Banteng, macan tutul Jawa, babi hutan, lutung Jawa, semak belukar Sumatra, bajing terbang Jawa, kucing liar | Beberapa terancam punah; harimau Jawa pernah menjadi ikon. 
  • Burung (180 spesies) | Elang Jawa, merak hijau | Termasuk spesies endemik dan migrasi. 
  • Penyu (4 jenis) | Penyu belimbing (leatherback), penyu sisik (hawksbill), penyu hijau, penyu zicik (olive ridley) | Pantai Sukamade sebagai situs bertelur utama. 



TNMB cocok untuk wisata alam minat khusus seperti trekking, birdwatching, dan konservasi. Beberapa spot unggulan:

  • Pantai Sukamade: Tempat bertelur penyu (pengamatan malam hari), relokasi telur ke penetasan semi-alami untuk lindungi dari predator.
  • Pantai Rajegwesi: Desa nelayan, mudah diakses, cocok berenang atau interaksi masyarakat.
  • Teluk Hijau (Green Bay):Air hijau kristal, trekking 3 km atau naik perahu (biaya Rp 35.000).
  • Pantai Bandealit dan Permisan: Pemandangan mangrove, bukit, dan laut luas.
  • Trekking: Jalur ke Gunung Betiri atau hutan lebat, dengan elevasi 45-324 meter.

Kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara terus meningkat, meski akses sulit menjadi tantangan.


TNMB fokus pada perlindungan dari illegal logging, perburuan, perambahan, dan kebakaran hutan melalui patroli rutin, zonasi kawasan, dan kerjasama masyarakat. Unit Konservasi Penyu di Sukamade merelokasi telur untuk tingkatkan kelangsungan hidup tukik. Baru-baru ini (September 2025), enam tersangka tambang emas ilegal ditahan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, menekankan pengawasan berlapis. Kunjungan Menteri Kehutanan pada 2025 juga dorong inovasi sosial, seperti kerjasama dengan Universitas Jember untuk pelestarian hutan.


Tips Berkunjung

  • Waktu Terbaik: Musim kering (April-Oktober) untuk akses mudah; malam hari di Sukamade untuk lihat penyu bertelur (Oktober-Maret).
  • Pengaturan: Hubungi Balai TNMB (Jl. Sriwijaya 53, Jember; atau agen tur dari Banyuwangi. Siapkan fisik untuk jalan rusak dan bawa perlengkapan anti-nyamuk.
  • Aturan: Jangan ganggu satwa, buang sampah di tempatnya, dan ikuti guide untuk keselamatan.
  • Akomodasi: Pondok ranger di Sukamade (Rp 100.000-200.000/malam).




Untuk info terkini, kunjungi situs resmi merubetiri.id atau hubungi balai setempat. TNMB bukan hanya destinasi wisata, tapi juga pelajaran berharga tentang pelestarian alam Indonesia! 


* Untuk Harga akomodasi dan lainya harap cek update.


Source:
Info AI