πŸ‘€

HITAM MEMBEKAS

Sports

News

TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU

-[0]-

Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) adalah kawasan konservasi alam yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Taman nasional ini mencakup hutan di sekitar Gunung Merbabu, sebuah gunung berapi stratovolcano yang tidak aktif dengan ketinggian 3.145 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kawasan ini kaya akan keanekaragaman hayati dan menjadi destinasi populer untuk pendakian serta wisata alam. TNGMb berbatasan dengan Taman Nasional Gunung Merapi di tenggara dan memiliki ekosistem pegunungan yang unik.

Lokasi Administratif: Tersebar di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Boyolali, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Secara geografis, berada antara 110°26’22” BT dan 7°27’13” LS.

Luas: Sekitar 5.725 hektare (57 km²).

Akses: Mudah dijangkau dari kota-kota terdekat seperti Salatiga, Solo, atau Magelang. Suhu rata-rata 18–25°C, dengan jalur pendakian utama dari Selo (selatan) dan Kopeng (utara).



Sejarah TNGMb dimulai sejak masa kolonial Belanda:

Tahun 1900: Bagian kawasan di Kabupaten Magelang ditetapkan sebagai hutan lindung berdasarkan Gouverneur Besluit No. 41.

Tahun 1908: Kawasan hutan tutupan di Kabupaten Magelang melalui proses verbaal grensregeling.

Tahun 1915: Hutan lindung di Kabupaten Semarang (termasuk enclave Lelo dan Tekelan).

Tahun 1930: Hutan Larangan Gunung Merbabu di Kabupaten Boyolali.

Tahun 2001: Usulan dari Direktorat Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam (PHPA) untuk menjadikannya taman nasional.

Tahun 2004: Secara resmi ditetapkan sebagai Taman Nasional Gunung Merbabu melalui SK Menteri Kehutanan No. 135/Menhut-II/2004 tanggal 4 Mei 2004, mengubah status hutan lindung dan taman wisata alam menjadi taman nasional.

Kawasan ini terdiri dari 6 zona: Inti, Rimba, Pemanfaatan, Tradisional, Rehabilitasi, dan Religi & Budaya. Saat ini, TNGMb dikelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Merbabu di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

TNGMb memiliki tiga tipe ekosistem: pegunungan rendah (1.000–1.500 mdpl), pegunungan atas (1.500–2.400 mdpl), dan sub-alpin (>2.400 mdpl). Kawasan ini kaya biodiversitas, dengan banyak spesies dilindungi.

Flora: Pinus, Puspa, Bintangur (Bintami), Cemara Gunung, Akasia decurrens, Pakis, Cantigi, Edelweiss, Adas, tanaman epifit, dan berbagai anggrek (seperti spesies baru yang ditemukan pada 2017–2018). 

Fauna: Kijang, Lutung hitam, Monyet ekor panjang, Ayam hutan, Elang Jawa, Elang hitam, Trenggiling, Kucing hutan, Rek-rekan (satwa prioritas), Srigunting batu, Ciung batu siul, dan burung seperti Meninting besar, Kipasan belang, Kenari Melayu. 

Banyak spesies ini dilindungi untuk mencegah kepunahan akibat aktivitas ilegal seperti penebangan liar.


TNGMb menawarkan berbagai aktivitas alam yang aman dan edukatif:

Pendakian: Jalur populer dari Selo (jarak 8–10 jam ke puncak Kenteng Songo) atau Kopeng. Nikmati sabana, trianggulasi, dan puncak Syarif. Waktu terbaik: musim kemarau (April–Oktober).

Wisata Alam: Air terjun Grenjengan Kembar, hutan pinus, Umbul Songo (mata air), dan Ketep Pass untuk pemandangan Gunung Merapi dan Merbabu.

Edukasi dan Konservasi: Workshop pencegahan kebakaran hutan, observasi satwa, dan kegiatan seperti Jelajah 54 Taman Nasional. Pada 2025, ada peringatan HUT RI ke-80 dengan lomba dan upacara bendera di Sabana 2.

Lainnya: Camping, birdwatching, dan fotografi. Low season (November–Maret) lebih sepi tapi licin karena hujan.


Aturan dan Fasilitas

Aturan: Wajib leave no trace (jangan buang sampah, jangan rusak tumbuhan/satwa). Pendakian memerlukan izin dan guide. Dilarang aktivitas ilegal seperti berburu atau penebangan. Periode tutup sementara saat cuaca ekstrem atau konservasi.

Harga Tiket: Sekitar Rp10.000–Rp25.000 per orang (untuk pendakian lebih mahal, termasuk retribusi). Cek promo untuk rombongan.

Fasilitas: Basecamp di Selo dan Kopeng, pos pengamatan CCTV, tower Sabana, dan jalur setapak yang terawat. Akomodasi tersedia di desa sekitar seperti Selo atau Kopeng.

Kontak: Balai TNGMb, Jl. Merbabu No. 136, Boyolali. 



TNGMb bukan hanya destinasi wisata, tapi juga upaya pelestarian untuk kesejahteraan masyarakat sekitar. Jika berencana berkunjung, pastikan ikuti update terbaru melalui situs resmi untuk info cuaca dan kegiatan. Selamat menjelajah!


Source:
Info AI
tngunungmerbabu.org