πŸ‘€

HITAM MEMBEKAS

Sports

News

TAMAN NASIONAL BALI BARAT (TNBB)

-[0]-

Taman Nasional Bali Barat (TNBB) adalah satu-satunya taman nasional di Provinsi Bali, yang berfungsi sebagai kawasan konservasi utama untuk melindungi keanekaragaman hayati terestrial dan laut. Kawasan ini mencakup ekosistem hutan hujan tropis, mangrove, savana, pantai, dan terumbu karang, menjadikannya habitat penting bagi spesies endemik seperti Jalak Bali yang terancam punah. TNBB juga kaya akan nilai budaya Hindu Bali, dengan situs-situs religi yang terintegrasi dalam alamnya. Luasnya sekitar 19.002,89 hektare (15.587,89 ha daratan dan 3.415 ha perairan), menempati sekitar 10% luas daratan Bali.

TNBB terletak di ujung barat Pulau Bali, meliputi Kabupaten Buleleng dan Jembrana, Provinsi Bali, dengan koordinat 8°05'–8°17' LS dan 114°26'–114°35' BT. Topografinya bervariasi dari dataran rendah hingga pegunungan setinggi 1.414 mdpl (Gunung Patas sebagai puncak tertinggi).

Cara Akses

  • Dari Bandara Ngurah Rai (Denpasar): Naik mobil/bus ke Gilimanuk (3–4 jam), lalu lanjut ke pos masuk Labuhan Lalang atau Banyuwedang (30–45 menit).
  • Dari Pelabuhan Gilimanuk (ferry dari Jawa): Langsung ke pos masuk utama.
  • Transportasi: Mobil sewaan atau ojek; parkir tersedia. Disarankan datang pagi untuk menghindari panas.



TNBB awalnya ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa pada 1941 oleh pemerintah kolonial Belanda untuk melindungi Jalak Bali. Pada 1982, statusnya ditingkatkan menjadi Cagar Alam dan Suaka Margasatwa, kemudian resmi menjadi taman nasional pada 1995 berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 493/Kpts-II/1995. Kawasan ini berkembang dari upaya konservasi lokal menjadi situs ekowisata internasional, dengan peningkatan kunjungan dari 5.592 orang (2005) menjadi 58.680 orang (2017).

Flora dan Fauna

TNBB memiliki 140 spesies flora dari 69 famili, termasuk pohon endemik seperti ketapang dan mangrove. Fauna mencakup sekitar 205 spesies burung (dari 16 famili), 28 mamalia, 30 reptil, dan 6 amfibi.

Fauna Utama

  • Burung | Jalak Bali (Leucopsar rothschildi), elang bondol. Statusnya Terancam punah (Critically Endangered untuk Jalak Bali)
  • Mamalia | Rusa Bali, banteng Jawa, lutung Jawa, monyet ekor panjang yang Dilindungi
  • Reptil | Penyu hijau, ular sanca yang statusnya Dilindungi
  • Laut | Ikan hias, terumbu karang (70 jenis) 



Fokus utama TNBB adalah penangkaran dan pemulihan populasi Jalak Bali melalui pusat penangkaran di Sibang. Upaya meliputi patroli anti-perburuan, rehabilitasi habitat mangrove, dan edukasi masyarakat. Kolaborasi dengan UNESCO dan LSM seperti TNC mendukung pemantauan biodiversitas. Ancaman utama adalah konversi lahan dan pariwisata berlebih, sehingga diterapkan zonasi ketat untuk daya dukung wisata.

TNBB buka setiap hari pukul 08.00–17.00 WIB. Harga tiket masuk Rp25.000–Rp50.000 (lokal) dan Rp150.000–Rp250.000 (asing), plus biaya tambahan untuk snorkeling/diving.

Spot Populer
  • Pulau Menjangan: Snorkeling/diving di terumbu karang terbaik Asia Tenggara; habitat penyu dan ikan tropis.
  • Teluk Terima: Pantai berpasir hitam, trekking ke Candi Taman Sari dan Makam Jayaprana-Layonsari; wisata religi.
  • Pura-Pura (Pura Pulaki, Pura Gili Kencana) Situs Hindu dengan pemandangan laut; ritual budaya.
  • Sumber Air Panas Banyuwedang: Mandi terapeutik di mangrove; observasi burung.
  • Birdwatching di Savana: Pengamatan Jalak Bali dari menara; trekking ringan.




Taman Nasional Bali Barat (TNBB) mencakup beberapa pulau kecil, seperti Pulau Menjangan, yang merupakan salah satu destinasi wisata utama untuk snorkeling dan diving. Namun, Pulau Menjangan tidak berpenghuni secara permanen oleh masyarakat. Pulau ini hanya dikunjungi oleh wisatawan dan dikelola sebagai bagian dari zona wisata TNBB. Di daratan, terdapat beberapa desa penyangga di sekitar TNBB, seperti Desa Sumberklampok dan Desa Pejarakan, yang dihuni masyarakat lokal. Masyarakat di desa-desa ini terlibat dalam kegiatan pertanian, perikanan, dan ekowisata, seperti menjadi pemandu atau penyedia jasa transportasi. Tidak ada pulau di dalam TNBB yang memiliki pemukiman tetap.


Tips: Gunakan guide ranger (Rp100.000/hari); bawa tabir surya dan air minum. Penginapan: Wisma Cinta Alam atau homestay di Pemuteran.

Selamat Menjelajah..!



* setiap harga yang tercantum harap cek update


Source: