πŸ‘€

HITAM MEMBEKAS

Sports

News

TIKAL - GUATEMALA

-[0]-

Tersembunyi jauh di dalam hutan Guatemala utara, Tikal pernah menjadi salah satu kota terbesar di dunia Maya kuno. Jauh sebelum kekaisaran Eropa bangkit, Tikal sudah menjadi kota metropolitan yang berkembang pesat, pusat kekuasaan, astronomi, dan agama yang dikelilingi oleh jaringan jalan lintas, waduk, dan arsitektur monumental yang luas.

Didirikan sejak abad ke-4 SM, Tikal berkembang pesat selama Periode Klasik (sekitar 200-900 M), mencapai populasi yang mungkin melebihi 100.000 jiwa. Para penguasanya memimpin aliansi, perang, dan masyarakat yang canggih yang memetakan bintang-bintang dan membangun kuil-kuil yang selaras dengan peristiwa-peristiwa langit.



Struktur menjulang tinggi dalam gambar ini adalah Kuil I, juga dikenal sebagai Kuil Jaguar Agung. Menjulang 47 meter (154 kaki) di atas Alun-Alun Agung, kuil ini dibangun sekitar tahun 732 M sebagai monumen pemakaman Jasaw Chan K'awiil I, seorang raja perkasa yang memimpin Tikal meraih kemenangan militer dan masa keemasan budaya. Makamnya ditemukan di dalamnya, penuh dengan batu giok, ukiran, dan harta karun yang layak untuk seorang penguasa dewa.



Di seberangnya berdiri Kuil II, yang didedikasikan untuk istrinya. Kedua piramida itu saling berhadapan bagaikan penjaga abadi jantung kota. Di baliknya terbentang ribuan bangunan lain: istana, lapangan bola, dan kuil-kuil tersembunyi yang masih diungkap hingga kini.



Selama berabad-abad setelah kemerosotannya di sekitar abad ke-10, Tikal ditelan oleh hutan hujan, sunyi, dan terlupakan. Ditemukan kembali pada abad ke-19, kini Tikal menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO dan salah satu situs arkeologi paling luar biasa di Benua Amerika.







Source: