TAMAN NASIONAL BALURAN
-[0]-
Taman Nasional Baluran adalah salah satu kawasan konservasi alam ikonik di Indonesia yang terkenal dengan pemandangan savana luasnya, mirip seperti dataran Afrika, sehingga sering dijuluki "Africa van Java" atau "Afrika Kecil di Jawa". Kawasan ini menjadi habitat bagi berbagai flora dan fauna endemik, serta menawarkan pengalaman wisata alam yang unik. Berikut informasi lengkap tentang Taman Nasional Baluran berdasarkan data terkini.
Taman Nasional Baluran terletak di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, tepat di ujung timur Pulau Jawa. Secara administratif masuk wilayah Situbondo, tetapi lebih dekat ke Banyuwangi (jarak sekitar 57 km atau 1,5 jam berkendara). Gerbang masuk utama berada di koordinat 7°55'17.76"S dan 114°23'15.27"E, berbatasan dengan Selat Madura di utara, Selat Bali di timur, Sungai Bajulmati di selatan, dan Sungai Klokoran di barat.
Jarak dari kota terdekat:
Dari Situbondo: 72 km (sekitar 1 jam 50 menit).
Dari Banyuwangi: 57 km (sekitar 1 jam 30 menit).
Dari Surabaya: Sekitar 250 km (4-5 jam via tol).
Akses mudah melalui Jalan Nasional Banyuwangi-Situbondo km 35. Transportasi umum seperti bus AKAP tersedia, atau sewa mobil/motor untuk fleksibilitas. Musim terbaik untuk kunjungan adalah April-Oktober (musim kemarau) saat cuaca cerah, meski savana terlihat kering; musim hujan (November-Maret) membuat vegetasi lebih hijau tapi jalan licin.
Kawasan ini pertama kali ditetapkan sebagai hutan lindung pada 1930 oleh Direktur Kebun Raya Bogor, K.W. Schumann, dengan luas awal 12.000 ha untuk melindungi hutan bitakol (jatibosch). Pada 1937, menjadi suaka margasatwa di era Hindia Belanda. Status taman nasional resmi diberikan pada 6 Maret 1980 melalui SK Menteri Pertanian, dan dikukuhkan ulang pada 1997 oleh Menteri Kehutanan dengan luas total 25.000 ha. Saat ini, dikelola oleh Balai Taman Nasional Baluran di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kawasan ini juga menyimpan peninggalan sejarah seperti Gua Jepang dari era Perang Dunia II.
Baluran kaya akan keanekaragaman hayati, dengan ekosistem beragam mulai dari savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hingga hutan pegunungan. Total tercatat 715 jenis flora dari 87 famili, termasuk 444 jenis tumbuhan utama, 265 spesies obat-obatan, 24 tumbuhan eksotik, dan 37 jenis mangrove.
Flora sekitar 715 Jenis | Widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), pilang (Acacia leucoploea), mimbo (Azadirachta indica), kesambi (Schleichera oleosa), jati, akasia, rumput savana.
Mamalia sekitar 28 Jenis | Banteng (maskot TN, Bos javanicus), rusa timor, kera ekor panjang, macan tutul Jawa (langka).
Burung sekitar 234 jenis | Merak, ayam hutan merah, rangkong, burung migran seperti blekok, walet, dan burung langka lainnya.
Ikan & Reptil sekitar 358 ikan + berbagai reptil | Ikan hias di perairan pantai, penyu, ular, dan kadal.
Savana Bekol menjadi spot utama untuk mengamati satwa liar, sementara ekosistem mangrove mendukung kehidupan burung dan ikan.
Baluran menawarkan wisata konservasi, edukasi, dan rekreasi. Beberapa spot unggulan:
Savana Bekol: Hamparan rumput luas dengan latar Gunung Baluran (maskot visual), ideal untuk safari jeep dan foto.
Pantai Bama: Pantai berpasir putih dengan sunrise indah, spot snorkeling/diving, dan memancing; gratis masuk, fasilitas lengkap (kamar mandi, penginapan).
Pantai Balanan: 3 km dari Bama, habitat nelayan lokal, cocok untuk observasi kehidupan masyarakat.
Gua Jepang (Pos Batangan): Situs sejarah, pengamatan merak musim kawin (Oktober-November), berkemah.
Pos Pengamatan Lain: Popongan (macan tutul, sumber air abadi), Curah Tangis (panjat tebing 10-30 m), Sejile (burung migran), Mantingan (snorkeling).
Aktivitas populer:
- Safari malam/dataran untuk spot satwa.
- Trekking, birdwatching, diving/snorkeling.
- Berkemah, tur berpemandu edukasi flora-fauna.
- Wisata budaya di desa sekitar (upacara adat, meski tidak rutin di TN).
Harga tiket (per orang, 2024-2025; bisa berubah, cek situs resmi):
- Wisatawan domestik: Rp 25.000-35.000.
- Wisatawan mancanegara: Rp 150.000-200.000.
- Kendaraan: Tambahan Rp 25.000-50.000 (mobil/jeep).
- Aktivitas khusus (snorkeling, camping): Rp 50.000-100.000.
Fasilitas: Pusat informasi, penginapan (bungalows Rp 200.000-500.000/malam), restoran, toilet, menara pandang, guide lokal.
Baluran bukan hanya destinasi wisata, tapi juga upaya pelestarian hayati. Kunjungi secara bertanggung jawab untuk menjaga keindahannya. Untuk update terbaru, cek situs resmi balurannationalpark.id atau hubungi pengelola.
Selamat Menjelajah!









